Perjalanan transformasi budaya sekolah menuju ekosistem belajar ramah lingkungan
Program Adiwiyata bukan sekadar predikatβia adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan, kerja sama, dan transformasi budaya sekolah menuju ekosistem belajar yang ramah lingkungan. Sejak awal, SMA Negeri 3 Purwokerto menunjukkan komitmen kuat dalam menjadikan perilaku peduli lingkungan sebagai bagian dari identitas warganya.
Kerja keras membuahkan hasil
Dari gerakan kecil jadi budaya
Guru, siswa & tenaga kependidikan
Zero plastic, larangan kemasan sekali pakai, green area, biopori, dan integrasi tema lingkungan ke dalam RPP.
Project based learning: aplikasi kampanye digital, dokumentasi ekosistem, pengolahan eco-enzyme, poster hemat energi.
Green Friday, Eco Club SMA 3, Bank Sampah Sekolah. Siswa sebagai penggerak utama gerakan kolektif.
Taman tematik, lampu hemat energi, panel surya, pemilahan sampah, kolam resapan dan biopori.
Semua bermula dari gerakan kecil: membiasakan warga sekolah membuang sampah pada tempatnya, membawa botol minum sendiri, serta program Jumat Bersih. Dari kebiasaan sederhana ini, sekolah mulai membentuk Tim Adiwiyata yang terdiri dari guru, siswa, dan tenaga kependidikan.
Setelah beberapa tahun konsisten, SMA Negeri 3 Purwokerto mulai mengikuti program penilaian Adiwiyata tingkat kabupaten. Kerja keras ini membuahkan hasil: predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten diraih dengan membanggakan. Prestasi ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga titik tolak bagi sekolah untuk melangkah lebih jauh ke tingkat provinsi dan nasional.
SMA Negeri 3 Purwokerto melaksanakan empat komponen Adiwiyata secara nyata: Kebijakan Berwawasan Lingkungan, Kurikulum Berbasis Lingkungan, Kegiatan Partisipatif, dan Pengelolaan Sarana Prasarana Ramah Lingkungan. Keterlibatan siswa bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai penggerak utama, sehingga Adiwiyata benar-benar menjadi gerakan kolektif.
SMA Negeri 3 Purwokerto
Purwokerto, Jawa Tengah
(0281) 639710
082138967070
info@sman3pwt.sch.id
adiwiyata@sman3pwt.sch.id